Filsafat Sejarah


  1. Contoh Puisi Chairil Anwar tentang Revolusi Dianalisis dengan Pendekatan Heuristik

Persetujuan dengan Bung Karno

Ayo !   Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji

Aku sudah cukup lama dengar bicaramu,

dipanggang atas apimu, digarami oleh lautmu

Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945

Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu

Aku sekarang api aku sekarang laut

Bung Karno !  Kau dan aku satu zat satu urat

Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar

Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh

(1948 – Chairil Anwar)

Makna dengan pendekatan Heuristik

            Jadi,  puisi diatas disimpulkan bahwa kiasan yang digunakan seperti api dan laut dan senantiasa berjalan beriringan dengan Sang Pemimpinnya menjadi satu urat dan satu zat,sesuatu yang tak terpisahkan sehingga menggunakan kendaraan kapal-kapal untuk sampai pada tujuan yang sama. Disini digambarkan ada keinginan yang sama, kemauan yang sama, tujuan yang sama untuk mencapai suatu cita-cita. Sehingga digambarkan seperti kapal yang bergerak membawa penumpang mencapai tujuan yang sama. Dan Indonesia berkembang ke arah yang lebih baik. 

2. Contoh peristiwa pada masa lalu yang berhubungan dengan masa sekarang dengan pendekatan linguistic

Masa depan dan Kehancuran Negara Israel

Beberapa hari yang lalu saya berdiskusi dengan hangat dengan beberapa teman di sini, tentang konflik Israel/Israil dan Palestina. Sesuatu hal yang wajar jika kita membela dan berada di salah satu fihak yang bertikai, dan itu biasanya berkaitan dengan sesuatu yang sangat emosional, yaitu kedekatan agama dan keyakinan. Tapi saya berharap kita tetap berada dalam sebuah jalur yang benar, jujur dan berimbang dalam melihat dengan seimbang, terukur dan adil dalam melihat konflik yang tak berkesudahan ini.

Bangsa Yahudi sering kali menggunakan istilah sebagai “bangsa terpilih”, yang berarti juga sebagai sebuah bangsa yang paling disayang, terkadang istilah sebagai “bangsa terpilih” ini begitu menganggu pikiran saya, jika memang ada sebuah bangsa yang terpilih berarti harus ada bangsa yang tidak terpilih, begitu juga ada bangsa yang tidak disayang, logika yang sederhana dan berbalik seimbang. Tapi pertanyaannya, apakah Tuhan memiliki sifat seperti itu, sifat yang hanya di miliki oleh manusia seperti kita, sifat dasar sebagai manusia? sama seperti saya. Dogma/Logika ini tentu sulit saya mengerti, tapi untuk beberapa hal saya biarkan saja mereka (Yahudi) untuk meyakini dan memahami apa yang mereka yakini.

Bani Israel/Israil pasca eksodus dari negeri Mesir. (sudut pandang study Islamic Archaeologi)

Salah satu tujuan penting hijrahnya bangsa bani Israel/Israil adalah tentang pengenapan janji Tuhan kepada mereka, tentang sebuah tanah yang telah di janjikan bagi mereka, yaitu bumi Palestina. Wilayah – wilayah ini pada mulanya di kuasai raja – raja Filishtin/ raja bangsa Palestina. Oleh karena itu Al-Qur’an menggunakan kata kerja “mewarisi” untuk penyebutan pengambilalihan bani Israel/Israil atas tanah suci ini (Palestina).

Puncak kejayaan bangsa ini terjadi pada masa nabi Sulaiman a.s. Kerajaan Yahudi membentang luas, tapi sayangnya setelah kematian Sulaiman, bangsa Yahudi terpecah belah dan membuat kerajaan mereka terpecah menjadi dua. Satu di utara dan satu lagi di selatan. Penyebab perpecahan mereka ialah sepuluh dari dua belas suku memberontak kepada raja penganti yang berasal dari keluarga Sulaiman dan mereka mendirikan kerajaan di utara dengan nama Israel.

Masa pembuangan/ diaspora

Setelah hancurnya kerajaan mereka di tangan Babilonia, bangsa Yahudi di usir dari bumi ini, mereka di jadikan budak di negeri – negeri Babilonia. Setelah Babilonia hancur oleh kerajaan Persia barulah kaum Yahudi ini di ijinkan kembali tinggal di negeri Palestina.

Masa pun berganti, tanah Palestina ini berada di bawah kekuasaan bangsa Romawi, kali ini bangsa Yahudi kembali terusir akibat pemberontakan yang gagal untuk mendapatkan otonomi dan kekuasaan di Palestina. Raja Romawi akhirnya menghancurkan haikal (rumah ibadah) mereka dan mengusir mereka keluar dari tanah Palestina dan itu terjadi pada tahun 70 M, dan pada tahun 135 M seluruh sisa – sisa sejarah mereka di hapuskan sama sekali di bumi Palestina ini. Dan mereka mulai hidup “bergentanyang” di muka bumi selama ribuan tahun.

Israel/Israil masa kini

Rabbi Fischam mengatakan pada komite penyelidikan khusus PBB pada tanggal 9 Juli 1947, dengan sombongnya ia mengatakan bahwa tanah yang di janjikan Tuhan membentang dari sungai Mesir sampai sungai Eufrat, berarti itu meliputi Suriah, Lebanon dan Jordania. Pada buku harian Thedore Herzl pada volume II halaman 711 menyebutkan bahwa tanah Israel/Israil membentang dari hulu Nil sampai ke Eufrat.

Ideologi dan paham inilah yang akhirnya menyeret sebuah perang panjang antara Yahudi dan negara – negara Arab di sekitarnya. Dan sampai detik ini pun negara – negara Arab tidak mengakui klaim sepihak dan rasis oleh bangsa Yahudi ini.

Beberapa bulan yang lalu, pemimpin Israel mengatakan dalam sebuah forum di Israel bahwa mimpi mereka mewujudkan Israel raya telah mati oleh kenyataan dan realita, mimpi Israel Raya yang membentang seperti yang di dengungkan oleh para bapak pendiri negeri ini telah terhancur dan pecah dan berhamburan bagai buih di lautan. Tak ada lagi Israel Raya seperti dahulu, ujar salah satu pemimpin mereka dengan tertunduk.

Israel kini menghadapi kenyataan pahit yang belum pernah mereka alami, dunia kini mulai sadar tentang kejahatan, pembunuhan, kekejaman, kebohongan, teror dan dusta yang dibangun oleh pemerintah mereka.

 

Penjelasan dengan pendekatan linguistik

Tafsir Analitik

“Dan kami telah tetapkan dari bani Israil, yang di maksud dengan kaum bani Israil berdasarkan Al- Qur’an dalam surat Ali Imran 93, Maryam 58 adalah anak dari keturunan Nabi Ya’qub. Dalam surat Al- Isra ayat 5 telah di sebutkan bahwa untuk pertama (1) kalinya bangsa Yahudi terwujudnya sebagai sebuah bangsa/negara di hukum oleh Tuhan akibat kedurhakaan, kesombongan, kejahatan dan penyelewengan mereka. Kerajaan mereka di hancurkan oleh Tuhan dengan menggunakan tangan dari bangsa Assiria dan Babilonia.

Hari ini, bangsa Yahudi di takdirkan kembali ke tanah Palestina dan mereka berwujud sebagai sebuah bangsa/negara. Kelakuan mereka pun tak ubahnya seperti kelakuan ennek moyang mereka. Mereka melakukan pengusiran, pembunuhan, teror dan kejahatan – kejahatan lainnya secara terbuka. Atas nama Tuhan mereka melakukan kejahatan/teror yang telah melanggar nilai – nilai kemanusiaan.

Peperangan demi peperang telah mereka lakukan demi sebuah impian Israel raya, kini setelah “tangan – tangan mereka lumpuh” oleh kenyataan yang ada, mereka tidak lagi memiliki keberanian untuk berperang atau menyerang negeri – negeri tetangga mereka demi sebuah klaim atas tanah yang di janjikan.

Tapi kejahatan mereka terhadap bangsa Palestina masih berlanjut, anak – anak Palestina mendekam di penjara dengan kondisi yang sangat mengkuatirkan, hak – hak dan keselamatan harga diri mereka terancam oleh sistem penjara Israel yang tidak memperbolehkan tawanan di jenguk oleh pihak keluarga mau pun dari lembaga amnesti internasional.

Israel telah mengambil paksa tanah miliki bangsa Palestina dengan pembunuhan, teror dan kejahatan lainnya, yang membuat anak – anak Palestina hidup dalam pengasingan dan tenda – tenda darurat. Mereka tidak dapat kembali ke tanah mereka.

 

Tentang ishlahseilla

always be positive....!
Pos ini dipublikasikan di Sejarah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s