Cerpen “Rintikan Hujan”


Rintikan Hujan

Karya : Ishlah Seillariski

Suara rintikan hujan di pagi hari membuat hatiku tenang. Karena aku memang menyukai hujan, tapi hujan hari ini sertak biasa yang selama ini aku rasakan. Sedikit ada yang mengganjal tapi aku tidak tahu apa itu. Namun, senyumku membuat wajahku berseri. Bergegas ku memberesi tempat tidur dan keluar kemar.

“Nolly…….”, seruku memanggil adik kesayanganku.

“ Dewi…, kenapa kamu pagi-pagi teriak seperti itu sayang, sini sarapan”, kata Oma sambil menyiapkan sarapan dengan nada lirih

“Oma, maafin Dewi ya”, ucapku

“Ayo makan sayang, lalu bergegas mandi dan berangkat sekolah”, kata Oma lirih. “dan kamu Nolly makan yang banyak yah sayang”, tambah Oma menatap Aku dan Nolly adikku.

“Siap Oma!!!”, seruku. “Oma kambuh sakitnya, tambahku sambil memegang tangan Oma.

Oma hanya menjawab dengan seyum kecutnya. Dan aku menjadi khawatir karena Oma mempunyai penyakit Diabetes yang selama ini mengganggu kesehatannya selama bertahun-tahun.

“Nolly, kamu jaga Oma ya. Hari ini kamu kan libur sekolah. Kalo ada apa-apa telepon Kakak!”, kataku gelisah

“Iya Kak Dew.. Nolly pasti bakal njagain Oma.”, kata Nolly

“Oma tak apa sayang, mungkin sedikit kecapean.. Dewi, Oma pengen sekali jagung bakar kalo hujan-hujan seperti ini. Nanti kalo pulang sekolah. Mampir yaa.. beli jagung bakar buat Oma”, pinta Oma padaku

“Iya Oma.. nanti Dewi bakal beliin jagung bakar di Pak Mamat. Nanti Nolly juga kakak beliin.. “, kataku sambil tersenyum pada mereka

Suasana menjadi berubah seperti biasa, gelisah yang aku rasakan sudah pergi. Setelah semua selesai. Aku beranjak mandi dan bergegas berangkat sekolah dengan membawa payung warna pink yang sudah disiapkan sama Oma. Hujan masih mengguyur dan aku segera bergegas berangkat. Sekolah tak jauh dari rumahku. Hanya 10 menitan aku bisa sampai sekolah dengan berjalan kaki.

Sesampai di sekolah, aku seperti biasa menjalani aktivitasku sebagai siswa. Dan jam tak terasa menunjukkan pukul 13.30. Bel pun berbunyi kencang. Semua siswa senang gembira.

Kak Dew… Oma kak… Oma kambuh sakitnya. Sekarang Nolly dan Mbah Ijah sedang di Rumah Sakit Pertamina kak di ruang ICU, buruan kesini!!!!!!!!!!!!!

Aku membuka telepon gengamku dan ternyata ada 20 panggilan tak terjawab, aku buka ternyata dari Nolly. Dan Nolly meninggalkan pesan buatku lewat sms.

Aku tak berfikir panjang dan aku segera menghubungi Nolly dan ternyata nomor Nolly tidak aktif. Taxi yang ada di depan sekolah aku panggil dan segera aku menyusul Nolly di RS. Pertamina.

Sesampai di RS aku segera  menyusul Nolly di ruang ICU. Aku lihat dari kejauhan, terlihat Nolly menangis dan Mbak Ijah menenangkan Nolly. aku segera berlari menyusul Nolly. dan…..

“Kak Dew…. Oma Kak,,, Ommaaaaaa…”, isak Nolly sambil memelukku

“Kenapa Nollll…. Omaaa gimaannaa….” , kataku gelisah

“Omaaaa meninggaaallllll…………..”, seru Nolly semakin terisak

Aku terkejut dan spontan meneteskan air mata. Segera aku berlari menuju ruang ICU dan melihat Oma yang selama ini menjagaku terlihat terbujur kaku di depanku. Aku semakin tak kuasa menangis. Mbak Ijah menghampiriku dan mencoba menenangkan aku, tapi aku tetap menangis.

Mungkin itu jawaban kegelisahanku tadi pagi, karena hujan yang mengguyur membuat hatiku ada yang mengganjal ternyata Oma meninggalkan aku dan Nolly. Oma yang selalu menjagaku dengan Nolly dari kecil ketika aku ditinggal Mama dan Papa meninggal. Setiap hujan turun aku hanya teringat Oma. Oma sudah bahagia disana bersama Mama dan Papa. Aku dan Nolly cinta kalian.

—tamat–

Tentang ishlahseilla

always be positive....!
Pos ini dipublikasikan di Sastra dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s