Partai Masyumi


PARTAI MASYUMI DALAM DINAMIKA

DEMOKRASI DI INDONESIA

Partai Masyumi didirikan pada tanggal 7 Nopember 1945. Partai Masyumi dibentuk dalam Muktamar Umat Islam di Gedung Muallimin Yogyakarta pada tanggal 7 dan 8 Nopember 1945. Besarnya dukungan terhadap Masyumi, sehingga menempatkan Masyumi sebagai salah satu partai besar di Indonesia. Adanya dukungan dari berbagai organisasi, baik organisasi Islam yang bersifat nasional mupun local dan dukungan dari berbagai akum profesi tentunya menambah kuantitas anggota Masyumi.

Posisi Masyumi sebagai partai terbesar, kemudian bergeser setelah NU keluar dari Masyumi pada tahun 1952, hal itu disebabkan karena kurang terakomodasinya keinginan dan kepentingan NU dalam Masyumi. Oleh karena itu, NU keluar dari Masyumi dan membentuk partai politik sendiri yakni Partai NU. NU kemudian ikut sebagai salah satu konstestan pada Pemilu 1955. Pemilu pertama diadakan pada tahun 1955. Pemilu dilaksanakan untuk memilih wakil rakyat di DPR dan Konstituante. Pemilu 1955 menghasilkan empat partai besar yakni Partai Nasional Indonesia (PNI), Masyumi, NU dan Partai Komunis Indonesia (PKI). Kemenangan Masyumi di sepuluh daerah pemilihan tidak menentukan jumlah kursi yang diperolehnya, karena pemilihan umum di Indonesia saat itu menggunakan sistem pemilihan proporsional.

Penghapusan anggota istimewa berdampak langsung terhadap keanggotaan Masyumi, sehingga anggotanya berkurang secara drastis. Berkurangnya anggota Masyumi juga terjadi pada masa Demokrasi Terpimpin. Kekuatan poliyik Masyumi semakin merosot hingga akhirnya Sukarno membubarkan Masyumi pada pertengahan Agustus 1960.

Meskipun pada awalnya Partai Masyumi tidak memberikan keterangan tegas tentang ideologinya sampai tahun 1947, namun sebenarnya dapat dengan mudah dibaca kalau Masyumi berideologikan Islam. Muktamar adalah lembaga yang mempunyai kekuasaan tertinggi di dalam stuktur organisasi Masyumi, dan mempunyai tugas untuk memperbaiki da merubah AD dan ART Masyumi. Dewan Partai sebagai lembaga yang berada di bawah muktamar, mempunyai kekuasaan yang hampir sama dengan muktamar. Selain memperhatikan keputusan-keputusan Muktamar dan Dewan Partai. Pimpinan Partai juga selalu memperhatikan pertimbangan dan nasehat dari Majelis Syuro. Majelis Syuro adalah majelis pertimbangan. Disamping ketiga anggota itu, masih ada anggota Masyumi dengan status sebagai anggota istimewa.

Anggota Istimewa adalah pengurus besar atau pusat perhimpunan Islam yang bukan partai politik. Perhimpunan Islam dapat diterima sebagai anggota istimewa jika perhimpunan Islam mempunyai organisasi yang teratur dan mengakui Masyumi sebagai satu-satunya tempat perjuangan politik. Selain anggota istimewa dalam struktur organisasi Masyumi terdapat juga sebuah badan yang bernama Muslimat.

Muslimat merupakan suatu wadah yang menampung anggota Masyumi dari kalangan wanita. Muslimat juga mendukung tujuan dan program Partai Masyumi. Disamping Muslimat, dalam struktur organisasi Masyumi terdapat juga badan-badan khusus. Seiring dengan perubahan situasi badan-badan  khusus itu mengalami perubahan status  pada masa Demokrasi terpimpin, maka dalam struktur organisasi Masyumi di tingkat pusat pada masa demokrasi terpimpin yang ada hanya Pimpinan Partai, Dewan Partai, Muslimat dan Majelis Syuro

Masyumi keluar dari kabinet, maka berakhirlah peranann Masyumi dalam pemerintahan. Sejak saat itu, Masyumi tidak pernah lagi terlibat langsung dalam pemerintahan sampai pada masa demokrasi terpimpin. Masyumi mulai memposisikan diri sebagai partai oposisi terhadap pemerintah. Sebagai partai oposisi tentunya Masyumi mengawasi jalannya pemerintahan.

Peranan Masyumi dalam pemerintahan mengalami pasang surut. Adakalanya Masyumi berada dalam pemerintahan, dan bahkan menjadi kepala pemerintahan. Peranan Masyumi dalam pemerintahan berkurang sama sekali ketika memasuki masa transisi. Akibatnya Masyumi pada periode ini menempatkan dirinya sebagai partai oposisi. Sikap oposisi itu terus berlanjut pada masa demokrasi terpimpin dan oposisi itu yang mengantarkan Partai Masyumi dibubarkan Presiden Sukarno pada bulan Agustus 1960. Seiring dengan itu, secara legal formal peran politik Masyumi berakhir.

Meskipun Masyumi menolak demokrasi terpimpin, tetapi demokrasi ini tetap berjalan dengan keluarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Sementara itu, beberapa mantan anggota DPR pilihan rakyat dan tokoh-tokoh politik dari berbagai partai politik melakukan aksi penentangan, dengan cara membentuk lembaga oposisi yang bernama Liga Demokrasi.

Liga demokrasi didirikan pada tanggal 24 Maret 1959. Pembentukan Liga Demokrasi merupakan bentuk perlawanan yang lebih terbuka dan sistematis terhadap Sukarno. Namun bagi Sukarno yang terpenting adalah Masyumi harus dibubarkan karena tidak sejalan dengan demokrasi terpimpin. Demokrasi terpimpin menjadi pilar penting dalam demokrasi Indonesia pada masa orde lama. Hal inilah sesungguhnya yang menjadi salah satu factor kenapa Sukarno membubarkan Masyumi pada masa Demokrasi Terpimpin.

Partai Masyumi cukup konsisten menjaga dan melaksanakan demokrasi secara konstitusional. Demokrasi konstitusional yang dijalankan Masyumi ternyata tidak relevan dengan jiwa dan zaman Demokrasi Terpimpin. Demokrasi Terpimpin telah memakan dan mengabaikan demokrasi itu sendiri. Setidaknya bisa dilihat dari keputusan Sukarno membubarkan Masyumi dan PSI, serta membubarkan konstituante dan DPR pilihan rakyat. Bahkan kebebasan berserikat dan mengeluarkan pendapat juga dibatasi oleh kekuasaan Presiden Sukarno, seperti pembredelan Harian Abadi dan Pedoman, serta menangkap dan memenjarakan orang tanpa melalui prosedur hukum dan pengadilan.

Idealisme dan keberanian Masyumi menentang kebijakan Sukarno yang jelas-jelas melanggar UUD 1945, serta kegigihan Masyumi memperjuangkan demokrasi di Indonesia ternyata kandas di tangan Sukarno. Masyumi harus menelan pel pahit atas pilihannya yang konsisten menjalankan konstituante yang sedang berlaku dan menentang sistem Demokrasi Terpimpin. Implikasi dari kekonsistenan Masyumi menjalankan demokrasi konstitusional tersebut berakibat pada pembubaran Masyumi pada masa Demokrasi Terpimpin.

Tentang ishlahseilla

always be positive....!
Pos ini dipublikasikan di Sejarah dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s