Part I ( Gerakan Pencerahan di Inggris )


Keyakinan gerakan Pencerahan akan masa depan yang cerah mendapat dukungan kuat dari ilmu pengetahuan yang berkembang pesat pada saat itu. Misalnya dengan munculnya Isaac Newton (1643-1727) dengan hukum gravitasinya yang tidak mengijinkan segala macam spekulasi atau hipotesis atas fenomena dunia, melainkan menjamin kepastian.

Pencerahan dalam wilayah sosial-politik di Inggris menghasilkan naskah-naskah penting yang menjamin kebebasan warga, misalnya Habeas Corpus (1679) yang menetapkan bahwa seorang tahanan harus dihadapkan kepada seorang hakim dalam waktu tiga hari dan diberi tahu atas tuduhan apa ia ditahan. Hal ini menjadi dasar prinsip hukum bahwa seseorang hanya boleh ditahan atas perintah hakim (bukan atas perintah pihak monarki atau gereja).

Dalam ranah lainnya, Undang-undang Pers tahun 1693 menjamin kebebasan berpendapat bagi setiap warga. Ini berarti bahwa setiap orang memiliki hak untuk mengajukan kritik terhadap otoritas gereja atau negara tanpa perlu merasa takut. Berikut ini adalah beberapa tokoh Pencerahan di Inggris :

1. John Locke (1632-1704)

John Locke seorang filosof Inggris, sangat terkenal dalam filsafat politik sebagai filosof negara liberal. Locke orang penting dalam filsafat pengetahuan. Dua hal filsafat John Locke yang dianggap mempunyai implikasi bagi perkembangan kebudayaan modern : (1) Anggapan bahwa pengetahuan itu berasal dari pengalaman, (2) Bahwa apa yang kita ketahui melalui pengalaman itu bukanlah objek atau benda yang mau kita ketahui itu sendiri, melainkan hanya kesan-kesannya pada panca indera kita. Di bidang pemerintahan, John Locke mendesak agar perlu ada pembagian kekuasaan dan pemberian jaminan atas hak kelompok minoritas untuk mengadakan oposisi.

2. David Hume (1711-1776)

Sebagai tokoh empirisme, Hume mempunyai peranan penting pula dengan pemikirannya tentang agama. Ia melangkah lebih jauh lagi daripada “the deists” dalam mengkritik agama Kristen. Dalam suatu karya yang telah diterbitkan secara anumerta, Dialogues Concerning Natural Religion, ia menyangkal kemungkinan untuk mendasarkan adanya Allah secara rasional, karena prinsip itu tidak dapat dibenarkan. Dan bukunya yang berjudul Natural History Of Religion (1755) menyelidiki asal-usul serta perkembangan agama sepanjang sejarah umat manusia. Ia berpendapat bahwa agama lahir dari“hopes and fears” manusia. Bentuk agama yang asli ialah politeisme yang berangsur-angsur berkembang menjadi monotheisme.

Tentang ishlahseilla

always be positive....!
Pos ini dipublikasikan di Filsafat dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Part I ( Gerakan Pencerahan di Inggris )

  1. mohandika berkata:

    trims bisa ikut baca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s