Part II ( Gerakan Pencerahan di Perancis )


Abad ke-17 dapat dianggap zaman keemasan bagi filsafat Perancis, karena filsafat Descartes dengan slogan yang terkenalnya “Aku berpikir maka aku ada” dan pengikut-pengikutnya menyerbu semua lingkungan intelektual di Eropa. Tetapi pada abad 18 pikiran-pikiran filosofis di Perancis di impor dari Inggris (Newton, Locke dan “the deists”).

Gerakan pencerahan di Perancis memusatkan perhatiannya pada 7 hal : (1) rasionalisme, (2) gerakan pencerahan, (3) optimisme kebudayaan, (4) kembali ke alam, (5) agama alamiah, (6) hak asasi manusia, (7) tantangan terhadap kekuasaan.

Dalam perkembangannya, Pencerahan di Perancis berlangsung secara liberal dan radikal – dengan sentimen anti-Gereja. Voltaire (1694-1778) menyerukan pemusnahan gereja “Ecrasez l’infâme!” (Luluh-lantakkan yang buruk!). Contoh lainnya, adalah pendirian patung Dewi Rasio di dalam katedral Notre Dame, tahun 1793. Puncaknya adalah pada saat terjadiRevolusi Perancis yang diawali dengan penyerbuan penjara Bastille ––tempat para tahanan politik dikurung –– pada tanggal 14 Juli 1789 oleh rakyat yang gerah dengan pemerintahan monarki Perancis yang dinilai dengan sewenang-wenang mengabaikan hak rakyat.

Berikut ini adalah para penggagas pencerahan di Perancis :

1. Pierre Bayle (1647-1706)

Ia memelopori Pencerahan di Perancis. Beyle adalah seorang pemikir yang sangat kritis. Karyanya yang tekenal ialah Dictionnaire Historique At Critique. Buku ini merupakan semacam ensiklopedi yang membicarakan tentang seluruh ilmu pengetahuan pada waktu itu.

2. Julien De La Mettrie (1709-1751)

Seorang doktor Perancis yang belajar di Laiden dan juga setelah tamat studinya menetap di Belanda. Bukunya l’Homme Machine (Mesin manusia : 1748) merupakan uraian mekanis tentang manusia. Karena pikiran-pikirannya dianggap terlalu ekstrim, ia harus meninggalkan negeri Belanda dan pergi ke Raja Frederik di Prusia.

3. Paul-Henri D’holbach (1723-1789)

Menganut pendirian materialisme yang ekstrim. Dalam bukunyaSisteme de la Nature (Sistem Alam : 1770), ia mencoba menguraikan materialisme sebagai sistem yang menyeluruh.

4. Claude Adrien Helvetius (1715-1771)

Dalam bukunya de l’Esprit (Perihal Roh : 1758) ia mereduksikan segala aktifitas psikis menjadi penginderaan-penginderaan (sensations) saja. Juga dibidang politik dan religius ia mengemukakan pendapat-pendapat yang ekstrim.

5. Voltaire (1694-1778)

Nama aslinya adalah Francois Marie Arouet. Voltaire adalah salah seorang filsuf yang mewujudkan Pencerahan di Perancis. Wataknya militan dan tulisan-tulisannya sangat kritis. Ia melancarkan serangan-serangan hebat menentang tata negara politik di bawah pimpinan Raja Louis XV dan gereja Katolik Perancis yang sifatnya klerikal.

6. Charles De Montesquieu (1689-1755)

Seakan-akan melambangkan tentang kebebasan hidup dalam jaman ini. Ia menjadi terkenal karena bukunya del’Esprit des Lois (1748). Montesquieu berpendapat bahwa seharusnya undang-undang dibuat bukan berdasarkan inisiatif seseorang penguasa negara tertentu, akan tetapiberdasarkan sifat-sifat bangsa terebut.

6. Jean-Jacques Rousseau (1712-1778)

Beliau dianggap sebagai salah satu filsuf yang terbesar pada zaman itu. Aliran filsafatnya mempunyai kedudukan tersendiri. Ia tidak menganut optimisme pada rasio seperti yang terdapat pada filosof Pencerahan lainnya. Tetapi ia menganut optimisme lain yaitu kodrat manusia : “dalam keadaan yang asali, manusia adalah baik. Tetapi kultur dan ilmu pengetahuan telah membusukkan keadaan asal itu. Oleh karenanya semboyan Rousseau menjadi : Retournons a la nature (kembali ke alam). Bertentangan dengan Hobes yang melukiskan keadaan asali manusia berlandaskan egoisme, maka Rousseau menganggap keadaan asali itu berupa firdaus. Namundengan timbulnya kultur situasi menjadi berubah sama sekali danpenyebabnya adalah keserakahan manusia. Rousseau menentang kemewahan serta kompleksitas yang terdapat dalam masyarakat waktu itu dan menekankan bahwa kebahagiaan manusia akan diperoleh dengan kembali kepada kedaan asal yang bersahaja itu.

Tentang ishlahseilla

always be positive....!
Pos ini dipublikasikan di Filsafat dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s