Pencerahan, Enlightenment, Lumières, Aufklärung


Pencerahan adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan aliran utama pemikiran yang berkembang di Eropa dan Amerika pada abad ke-18. Perkembangan di bidang ilmu pengetahuan dan intelektual pada abad ke-17, seperti ; penemuan-penemuan Isaac Newton, munculnya aliran pemikiran Rasionalisme oleh Rene Descartes, atau pemikiran Skeptismenya Pierre Bayle, Panteismenya Benedict de Spinoza, dan Filsafat Empirisme dari Francis Bacon dan John Locke, sangat menunjang berkembangnya kepercayaan terhadap hukum alam dan prinsip universal. Perkembangan ini juga menumbuhkan rasa kepercayaan akan kemampuan akal manusia, dan hal ini tersebar hingga mempengaruhi pola pikir seluruh masyarakat Eropa dan Amerika pada abad ke-18. Arus-arus pemikiran pada masa itu cukup banyak dan bervariasi, akan tetapi beberapa ide dapat digolongkan sebagai ide hasil serapan dan ide dasar. Pada masa Pencerahan, pendekatan berdasarkan rasio dan ilmu pengetahuan terhadap persoalan agama, sosial, dan ekonomi menjadi tren di masyarakat, sehingga hal ini menghasilkan sebuah pandangan yang bersifat duniawi atau sekuler dan juga membangun opini umum tentang kemajuan dan kesempurnaan di berbagai bidang. (www.ora_et_labora/enlight/prephil.htm)

Kant dalam essainya What’s Enlightenment seperti dikutip peneliti dari situs http//www.karang_karang.com , menyatakan bahwa :

‘Enlightenment is man’s emergence from his self-imposed immaturity. Immaturity is the inability to use one’s understanding without guidance from another. This immaturity is self-imposed when its cause lies not in lack of understanding, but in lack of resolve and courage to use it without guidance from another. Sapere Aude! [dare to know] “Have courage to use your own understanding!”–that is the motto of enlightenment.’

Pencerahan mengusung ide pengakuan terhadap rasionalitas,kebebasan, kreativitas, keanekaragaman, kesadaran, serta tanggung jawab pribadi. Doktrin-doktrin yang membimbing dan menyemangati abad Pencerahan dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) bagi umat manusia, rasio atau akal budi merupakan kapasitas utama yang bersifat positif, 2) dengan rasio manusia dapat membebaskan diri dari pemikiran primitif, dogmatif dan kepercayaan terhadap takhyul yang merupakan suatu ikatan dari ketidak-rasionalan atau pengabaian akal budi, 3) rasio adalah kemampuan utama manusia dan itu memberikannya tidak hanya kemampuan berpikir akan tetapi juga memberi kemampuan bertindak dengan benar, 4) melalui kemajuan di bidang filsafat dan ilmu pengetahuan, rasio dapat menuntun umat manusia secara keseluruhan ke arah suatu keadaan dunia yang sempurna, 5) dengan rasio semua manusia menjadi sederajat, oleh karena itu manusia berhak mendapatkan kebebasannya secara individu dan juga persamaan perlakuan di depan hukum, 6) kepercayaan diterima hanyalah berdasarkan pada rasio dan bukan otoritas dari para pendeta atau tokoh agama ataupun tradisi, 7) semua manusia harus berusaha mencoba untuk memberikan dan mengembangkan pengetahuan, tidak berdasarkan prasangka atau sifat bawaan (http://www.wikileaks.com).

Menurut Y. A. Piliang (1999 : 16) bahwa apa yang disebut Pencerahan dalam diskursus filsafat adalah sebuah proses ‘penyempurnaan’ secara kumulatif kualitas subjektivitas dengan segala kemampuan objektif akal budinya dalam mencapai satu tingkatan sosial yang disebut dengan ‘kemajuan’. Keterputusan dari nilai-nilai mitos, spirit ketuhanan, telah memungkinkan manusia untuk ‘mengukir sejarahnya sendiri’ di dunia–sebagai suatu proses self-determination, dengan manusia menciptakan kriteria-kriteria dan nilai-nilai untuk perkembangan diri mereka sendiri sebagai subjek yang merdeka.

Para filsuf memegang peranan yang sangat penting bagi perkembangan konsep-konsep Pencerahan. Mereka mempopulerkan dan mengajarkan ide-ide baru kepada publik pembaca. Para pendukung Pencerahan menunjukan beberapa sikap-sikap dasariah yang seragam. Dengan kepercayaan yang tinggi terhadap rasionalitas, mereka mencoba untuk menemukan dan bertindak berdasarkan prinsip-prinsip yang diakui keabsahannya secara universal yang mana prinsip-prinsip ini mengatur manusia, alam dan masyarakat. Mereka sering kali mengkritisi bahkan terkesan menyerang ranah rohani dan ilmu pengetahuan, doktrin, sikap-sikap yang tidak bertoleransi, penyensoran, dan juga pengekangan di bidang ekonomi dan sosial. Mereka beranggapan bahwa kebenaran dan rasionalitas adalah penunjang dalam kemajuan. Gerakan ini berakar dari semangatRenaissance yang mengusung ide humanisme dan mengalami masa keemasannya di sepanjang abad ke-18 (www.facebook.com).

Di Inggris Pencerahan dikenal dengan istilah Enlightenment, sedangkan di Perancis dengan istilah Lumières dan di Jerman dengan dieAufklärung. Ide Pencerahan kemudian tersebar ke seluruh Eropa, dan bahkan hingga ke daerah-daerah koloni di Amerika. Penyebarannya adalah melalui buku-buku karya filsuf Pencerahan, atau lewat diskusi-diskusi yang menjadi kebiasaan masyarakat pada masa itu, selain itu ada juga penyebaran melalui surat-surat kabar dan pamflet-pamflet yang mempropagandakan ide Pencerahan.

Gerakan ini muncul sebagai suatu bentuk penolakan terhadap situasi di mana jati diri manusia adalah jati diri yang terkungkung dan tertindas oleh aturan-aturan baku yang dianggap irasional yang diberlakukan oleh pihak gereja sejak Abad Pertengahan (tahun 400-an Masehi hingga tahun 1500-an). Gerakan ini juga merupakan reaksi terhadap situasi politik di mana pihak-pihak monarki di Eropa menerapkan politik absolut yang juga sudah berlaku sejak abad pertengahan yang memposisikan raja atau ratu sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam pemerintahan dan hal ini dianggap kerap kali merugikan pihak rakyat.

Pada abad sebelumnya, yakni abad pertengahan manusia memandang dirinya bukan sebagai makhluk yang bebas. Ia bukan pula makhluk yang diajarkan bagaimana menjawab persoalan-persoalan hidupnya secara nyata. Ia adalah makhluk yang harus hidup dalam satu cara berpikir dan hanya boleh memikirkan satu hal, yakni bagaimana hidup menurut ajaranatau dogma yang di ajarkan oleh gereja. Pandangan ini masih cukupberpengaruh di Eropa hingga awal abad ke-18. Pada intinya gerakanPencerahan dengan kritis mempertanyakan dan berusaha merombak pandangan umum terhadap kepercayaan-kepercayaan tradisional, adat-istiadat, dan sistem-sistem moral yang merupakan warisan dari abad pertengahan.

Pada umumnya pemikiran masyarakat Eropa dan para penetap di daerah koloni Amerika pada abad abad ke-18 tidak lagi dilandaskan pada doktrin agama yang hanya berorientasi pada pengaturan kesusilaan, melainkan bertitik pijak pada nilai-nilai humanisme serta berorientasi pada pengembangan kehidupan manusia secara nyata. Pengakuan atas nilai-nilai humanisme itu menempatkan manusia menjadi subjek dalam dirinya. Dalam pengakuan ini, sikap-sikap yang didengungkan bukan ketaatan buta, melainkan kesadaran pribadi untuk bertanggung jawab atas seluruh tindakannya. Jadi, manusia Pencerahan bukanlah manusia yang bisa dikendalikan oleh dogma-dogma yang bersumber dari otoritas religius, melainkan manusia yang bebas dan otonom. Ia adalah makhluk yang mampu memberikan makna bagi sejarah kehidupan. Selain itu ia adalah makhluk yang memberikan ruang bagi perkembangannya sendiri dalam halkarsa, cipta, dan rasa. Ia diajarkan pula bagaimana harus hidup danbagaimana harus mengembangkan dunianya. Lebih dari itu, manusiaPencerahan bertujuan memberikan ruang gerak yang luas bagi kekayaan budaya yang melekat dalam setiap masyarakat

Dalam perkembangannya, masa Pencerahan ditandai dengan perubahan iklim di bidang politik, seperti ; terbentuknya pemerintahan parlementer, konsolidasi pemerintahan, pembentukan negara, terciptanya undang-undang hak rakyat dan juga kemunduran pengaruh pihak monarkidan pihak gereja dalam sistem pemerintahan.

Berikut ini ulasan singkat tentang perkembangan serta tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam gerakan Pencerahan di Inggris, Perancis dan Jerman (yang merupakan tiga wilayah penting perkembangan gerakan Pencerahan).

Tentang ishlahseilla

always be positive....!
Pos ini dipublikasikan di Filsafat dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s