Resensi (Peranan Rakyat Besuki (Jawa Timur) Pada Masa Perang Kemerdekaan 1945-1950)


Identitas Buku

Judul                          : Peranan Rakyat Besuki (Jawa Timur) Pada Masa Perang Kemerdekaan 1945-1950

Penulis                         :    Dra. G.A. Ohorella dan Drs. Restu Gunawan

Penerbit                       :    Proyek Peningkatan Kesadaran Sejarah Nasional Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan Nasional

Tahun Terbit                :    2001

Kota Terbit                  :    Jakarta

Jumlah Halaman          :    v-x 1-73

Sejarah Revolusi Kemerdekaan di Indonesia antara 1945-1950 pada dasarnya adalah usaha perlawanan rakyat Indonesia melawan Belanda yang ingin kembali menguasai Indonesia. Hal tersebut sangatlah bertentangan dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Sementara itu Belanda meskipun rakyat Indonesia sudah memproklamasikan kemerdakaanya Belanda merasa Indonesia adalah wilayahnya. Dengan adanya 2 presepsi terhadap satu wilayah Indonesia itu maka terjadilah perang antara 2 kekuatan yang saling bermusuhan yaitu Indonesia dan Belanda.

Sehubungan dengan claim terhadap wilayah Indonesia tersebut maka setelah proklamasi di Indonesia antara 1945-1950 terjadi perang yang meliputi hampir seluruh wilayah Indonesia. Perang-perang tersebut terjadi pertama-tama dipicu oleh kedatangan Belanda yang membonceng tentara sekutu yang akan melucuti tentara Jepang yang kalah dalam perang dunia kedua. Hal ini tentu menimbulkan perang dimana-mana. Karena belum berhasil maka Belanda mengadakan serangan Agresi pertama tanggal 21 Juli 1947. Perang ini Belanda menyebutnya sebagai Aksi Polisional Pertama. Serangan Belanda mengakibatkan ibukota Republik Indonesia pindah ke Yogyakarta karena ibukota Jaktarta dirasa sudah tidak aman lagi. Agresi pertama ini berakhir dengan adanya Perjanjian Renville yang isinya sangat merugikan Indonesia. Namun perjanjian ini dilanggar oleh Belanda dan mereka mengadakan Aksi Agresi kedua pada 19 Desember 1948. Pada saat agresi ini Indonesia  hampir saja dikuasai oleh Belanda, namun berkat usaha diplomasi yang gigih, akhirnya atas peran besar PBB, Indonesia dan Belanda mengadakan perundingan.

Pertempuran-pertempuran di daerah-daerah seluruh Indonesia umumnya mempunyai corak yang hampir sama yaitu dengan melibatkan tentara dan rakyat dengan menggunakan peralatan perang seadanya. Begitu juga di daerah Besuki, suatu wilayah di ujung timur Pulau Jawa yang menjadi bagian dari wilayah provinsi Jawa Timur. Di daerah ini pertempuran antara rakyat dengan Belanda berlangsung sengit. Namun kekalahan selalu ada ada pihak tentara republic. Ada beberapa hal yang membuat pasukan republic selalu kalah melawan Belanda karena kurangnya koordinasi secara matang dalam mengadakan serangan, kedua karena persenjataan pasukan republic yang sangat minim dan tidak memadai dibandingkan dengan senjata yang dipakai pihak musuh. Jadi sebenarnya perlawanan pasukan republic terhadap Belanda lebih merupakan upaya defensive untuk mempertahakan wilayahnya dari musuh dengan bermodalkan semangat juang yang tinggi dan tanpa mengenal lelah. Ketiga pasukan republic yang terdiri dari lascar dan tentara sebagian besar kurang terlatih.

Akibat perang rakyat ini juga mempengaruhi bidang pemerintahan di daerah. Apalagi setelah itu Belanda melalui Van Mook berusaha memecah belah wilayah Indonesia dengan idenya negara federal. Dengan ide tersebut berarti telah berhasil memecah belah kekuatan rakyat. Karena ada sebagian yang mengijinkan tetap mengikuti Republik Indonesia ada sebagian yang menginginkan masuk Negara Republik Indonesia Serikat. Hasil dari politik Van Mook tersebut adalah munculnya negara-negara kecil seperti Negara Indonesia Timur, Negara Madura dan lain-lain. Selain di tingkat pusat, di tingkat daerah juga terjadi perubahan-perubahan birokrasi pemerintahan.

Wilayah Besuki merupakan wilayah ujung timur Pulau Jawa, Belanda berusaha sangat gigih untuk menguasai wilayah tersebut. Karena daerah Besuki dan sekitarnya merupakan daerah yang subur terutama padi dan tembakau. Bahkan pada waktu itu padi Jawa Timur menjadi penyumbang terbesar dalam stok pangan nasional bahkan untuk politik diplomasi beras Indonesia ke India. Sedangkan tembakau wilayah Besuki merupakan penghasil tembakau terbesar di Jawa Timur, sehingga di daerah ini banyak terdapat tanaman tebu. Selain keadaan hasil bumi yang cukup melimpah, wilayah besuki merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Propinsi Bali. Jadi yang menguasai Banyuwangi dan Pelabuhan Ketapang maka akses ke Pulau Bali menjadi sangat mudah. Karena waktu itu Bali sudah merupakan wilayah kawasan wisata yang sangat penting di dunia.

Dengan melihat kondisi geografis seperti itu maka Belanda setelah menaklukkan Surabaya berusaha dengan keras untuk menduduki kota-kota Banyuwangi, Probolinggo, Pasuruan, Besuki dan Asem Bagus. Namun usaha Belanda di wilayah-wilayah tersebut tidak dengan mudah berhasil. Karena rakyat bersama-sama tentara berusaha dengan gigih untuk mempertahankan wilayah-wilayah tersebut. Meskipun pada akhirnya wilayah-wilayah tersebut berhasil diduduki, namun perjuangan rakyat di Besuki tidak bisa dianggap ringan. Karena dengan bermodalkan senjata seadanya rakyat telah berhasil mengadakan perlawanan dengan gigih.

Didudukinya kota-kota besar di Besuki maka secara umum perlawanan rakyat telah dapat dikuasai. Sedangkan rakyat hanya mengadakan perlawanan gerilya di gunung-gunung dan di hutan-hutan. Setelah melalui perjuangan bersenjata dan diplomasi akhirnya wilayah-wilayah yang telah dikuasai oleh Belanda dapat kembali dikuasai oleh Republik Indonesia.

Kelebihan pada buku ini, dalam bahasa dalam buku ini sangat mudah dipahami sehingga mudah dimengerti dan memahami sedangakan kekurangan pada buku ini adalah dalam teknik penulisan yang digunakan penulis kurang sistematis karena kurang terdapat ilustrasi gambar dalam memaparkan materi yang terkait.

Tentang ishlahseilla

always be positive....!
Pos ini dipublikasikan di Sejarah dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s